Showing posts with label facebook. Show all posts
Showing posts with label facebook. Show all posts

Monday, April 11, 2011

R U Modern Enough??

Kalo denger kata “jejaring sosial” apa yang ada di pikiran kalian?? Pasti kalian akan menyebut Facebook, Twitter, dll. Sebenernya, semua media itu membantu kita memperluas pergaulan, sebut saja ketemu temen SMP atau bahkan temen SD setelah sekian lama ga pernah ketemu, yep media ini ngebantu banget kan?

Facebook dan Twitter punya keunikan masing-masing. Menurutku, Facebook lebih ke situs pertemanan, sementara Twitter lebih ke micro blogging dimana kamu bisa menulis apapun, dan para “pengikutmu” akan membacanya. Aq sendiri menggunakan twitter gak hanya sebagai media pertemanan aja, tp juga untuk tahu apa yg terjadi di dunia ini, tentu aja dengan “menguntit” beberapa akun berita atau apapun yang menarik bagiku.

Pada dasarnya si pemilik akun bisa berbagi dengan teman atau “followers” mereka soal apapun juga. You can share wether you happy, sad, or even falling in love. Biasanya kalau udah malam, sekitar jam 9 malam lah, aku menyebutnya “waktu Indonesia bagian GALAU”, hehehe... Tau kenapa? Karna sekitar jam-jam itu, asti banyak yang “curhat” lewat status mereka, baik di Facebook maupun di Twitter.

Yep, karena semua itu adalah akun di dunia maya, tentu saja kita bisa bebas berekspresi. Tapi ada etikanya lo. Ga jarang banyak pertengkaran yang dimulai dari “perang” status melalui situs jejaring sosial ini. Mulutmu harimaumu; kayaknya itu istilah yang tepat soal hal itu. Mengutip sebuah pernyataan dari seorang psikolog ternama di Jakarta, “Manusia modern tidak diukur dari berapa banyak akun jejaring sosial yang dimiliki, tapi dari seberapa bijak ia berucap dan menilai berbagai hal melalui media sosial itu”. I totally agree with him.

Aq punya pengalaman menarik soal itu, lebih tepatnya di Twitter. Pernah suatu saat aq “unfollowed” salah seorang teman, tapi bukan karena aq bertengkar atau punya masalah dengannya. Nope at all. We’re fine. Hanya saja, belakangan ini status di akunnya lebih ke berbagai penyataan yang mencela dan merendahkan berbagai hal. Aq tahu, dia memang jauh lebih tahu dari aku dalam hal itu, tapi bukan berarti dia terus mencela dan memaki-maki karya orang lain melalui media online kan?? Buatku, media Twitter bisa memberiku inspirasi, informasi, dll melalui akun-akun yang tepat. Dan kebetulan aq dan dia berbeda pendapat. Jadi, aq “unfollowed” aja.

Lucunya, entah gimana, dengan sebuah aplikasi, dia mengetahui siapa saja yang berhenti mengikuti akunnya, termasuk aq. Dan melalui statusnya di media lain, dia seolah mau mengatakan kalau aq udah berbuat dosa besar, dan akan block my tweet or put it as a spam.

Jujur aja, aq sempet kepikiran dan ngerasa gak enak hati, buatku kehilangan seorang teman adalah hal yang menyedihkan. Aq ga bermaksud untuk tidak mau berteman lagi dengannya, tapi ini hanya lebih ke cara pandang kita yang berbeda. Tidak berteman di Twitter bukan berarti tak bisa berteman di dunia nyata kan?

Tapi kemudian aku teringat penyataan psikolog di atas, butuh suatu kebijakan untuk menanggapi hal itu. Aq memang sengaja tidak menghubunginya, bukan karena apa-apa, tapi lebih karena aq ga peduli, biar saja ia menilai sendiri. Jadi, kalau gara-gara hal itu dia ga mau lagi berteman denganQ, ya silakan. Karena aq masih mau berteman dengannya.

Sama halnya dengan kebebasan berekspresi melalui status media online, “follower” pun menurutku bebas datang dan pergi juga. Kalau ada salah seorang “follower”ku yang pergi, i don’t care. Karena ini jejaring sosial, follower datang tak diundang, pergi pun silakan saja, ya kan?? *wink* ;)

Wednesday, January 26, 2011

Ga Harus Jadi Orang Kaya kok...

Seorang teman menulis status di Facebook-nya, "Kalo jadi orang kaya, saya janji ga akan pelit!!!" Hmmm....aq cuma bisa senyum ngebacanya, pasti banyak juga yang lain di luar sana yang memiliki pemikiran yang sama.

BuatQ, sebenarnya kita sudah cukup "kaya", hanya saja kita tak menyadarinya. Eiittss, jangan protes dulu, pasti pada bilang kalo 10 hari setelah gajian pasti udah berasa miskin, hehehe... But look around you, you are much much luckier than hundreds people outthere. Coba kita pikir, butuh berapa lama buat kita ngeluarin duit untuk nomat di bioskop?? Atau berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk sekedar "ngopi-ngopi cantik"??? Nah, coba kita bandingin, di luar sana ada banyak orang yang harus berjuang untuk memperoleh uang sebanyak itu untuk makan 1 KELUARGA!!! Ya, 1 keluarga. Can't u imagine that??? So please, stop saying that you are not wealthy enough to share to the others :)

Yang mau aku sampaikan disini adalah, ga harus jadi orang kaya ko untuk berbagi dengan orang lain. Berbagi ga melulu soal uang. Ada banyak cara untuk membantu orang lain. Misal, pasti pada tahu kan kalau orang tuna netra membaca dengan huruf braille. Sayangnya, belum banyak buku yang juga mengeluarkan versi braille bagi para tunanetra. Ada satu yayasan bernama Mitranetra yang mencetuskan program 1000 Buku untuk Tunanetra. Nah, di program ini, kita bisa membantu dengan menjadi sukarelawan yang mengetik (menyalin dan mengetiknya dalam format word) sebuah buku, untuk kemudian akan mereka convert ke format braille. Mengetik??? Yep, mengetik buku yang sudah ada di pasaran, dari isinya, daftar isi, sampai testimoni dari penulis, dsb. Sepintas kedengerannya ribet ya? Ga juga sih, yang dibutuhin utama adalah niat n kemauan. I've tried it by myself :)

Ada juga program C3Friends, yaitu suatu program yang dijalankan oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, untuk membantu anak-anak Indonesia yang menderita kanker. Mereka mengenalkan konsep C3, atau 3 choices: Cash (money), Co-location (time), Communicate. Kamu punya pilihan untuk membantu anak-anak itu, misal dengan menyumbangkan dana (cash/money), atau dengan datang meluangkan waktu untuk bermain dan bercerita dengan mereka (co-location/time). Bagaimana dengan kamu yang tak punya uang maupun waktu?? Tenang aja, kamu pun bisa membantu mereka dengan menyebarluaskan informasi ini kepada orang lain, dan ajaklah mereka untuk turut membantu. If you wanna know about this project, you may click the web badge on this page. Let's make the children smile :)

Jadi, tak harus jadi orang kaya kan, untuk berbagi dengan sesama???

One more thing, berapa pun besarnya bantuan yang kamu berikan, lakukanlah dengan senyum dan ikhlas ya...

Sunday, December 21, 2008

Fenomena Termehek-mehek

Siapa si yang ga tau "Termehek-mehek", salah satu program TV fenomenal saat ini. Jujur aja, dari dulu aku ga suka reality show lokal jenis apa pun. Mungkin karena aku juga orang TV kali ya? Jadi bisa menilai tayangan TV "sedikit berbeda". Awalnya dari buka-buka facebook, mpe aku baca updated status salah satu temenku. Dia ngungkapin kalo dia ga percaya tu program, bahkan mpe ngasi link buat pembuktiannya. Jujur aja, walopun kita "bersaudara", tapi aku ga tau dan ga mau tau "isi dapur" mereka.

Akhirnya karena penasaran n bosan menjawab pertanyaan semua orang tentang program ini, aku klik link itu. Ternyata masuk ke salah satu forum TransTV. Berbagai comment masuk di forum itu, dari yang ngefans, nanya-nanya, mpe kritikan-kritikan pedas. Komplit dah... Bahkan ada link ke berbagai blog yang membahas program ini. Dan di blog itu, pembahasannya lebih seru!! Wuih...dahsyat ya? :-)

Jadi inget, seseorang pernah bilang (U know who he is), "Sesuatu yang fenomena itu sifatnya hanya sementara. Cepat menanjaknya, heboh, dan cepat pula turunnya." Hmm... Bukannya aku berharap program ini cepat drop, tapi dari semua pro dan kontra ini, aku jadi sadar, orang Indonesia sekarang makin pinter dan kritis menilai apa yang mereka tonton, ya kan??