Showing posts with label Food. Show all posts
Showing posts with label Food. Show all posts

Tuesday, May 17, 2011

D'pantry, Homy Place to Hang Out


I love this place, that’s why i should share it with you. d’pantry coffe & eatery. Dari namanya, aq sempat berpikir tempat ini hanya cafe biasa. Apalagi dengan logo cangkir kopi, sempat terpikir kalau cafe ini mengkhususkan diri menyajikan kopi dan teh serta kue-kue pendampingnya. Ternyata aq salah.

Kabarnya, cafe ini sebelumnya memang merupakan sebuah rumah tinggal yang kemudian dirombak dan dijadikan sebuah cafe. Ngga heran, bentuk dan ruangan-ruangan yang ada memang tampak seperti ruangan-ruangan fungsional dalam sebuah rumah.


Cafe ini terdiri dari 2 lantai, dan semuanya diset homy, dengan sofa-sofa dan rak-rak yang menghias cafe layaknya rumah. Sebuah layar besar diletakkan di sudut ruangan sebagai teman menyantap makanan. Di bagian belakang cafe terdapat teras yang cukup luas, dimana pengunjung bisa menikmati makanannya di udara terbuka. Sayangnya, karena cuaca Jakarta yang gerah belakangan ini, bahkan di malam hari, memilih makan di bagian teras cafe ini bukanlah pilihan yang ok.

Makanannya sendiri enak ko, harganya pun cukup terjangkau. Menu yang ditawarkan cafe ini beragam, dari makanan lokal seperti sop iga bakar, sampai makanan internasional seperti chicken cordon bleu atau fish and chips. Untuk yang sekedar menikmati kopi atau teh, disini juga tersedia kue-kue seperti cheesecake atau tiramisu.


Ada beberapa hal yang menurutku unik dari cafe ini. Yang pertama, mereka menyebutnya ruang VIP. Menurutku, ruangan ini dulunya difungsikan sebagai kamar tidur. Kemudian oleh mereka meletakkang 2 set sofa yang saling berhadapan, dan jadilah sebuah ruang privat yang bisa menampung 10-15 orang. Cocok juga tuh buat arisan atau birthday party terbatas.



Satu lagi yang unik dari cafe ini, cafe ini berkonsep semi-gallery, dimana setiap ornamen yang terpajang atau menghias cafe ini - seperti lukisan, lilin-lilin hias, tepat telur, jam dinding, bahkan meja rias - bisa dibeli oleh pengunjung yang berminat. Barang-barangnya pun bentuknya unik atau merupakan barang-barang yang diperoleh dari daerah-daerah lain di Indonesia maupun luar negeri. Sepertinya pemiliknya menyalurkan hobi belanjanya melalui cafe ini, jadi barang-barang yang tidak ia gunakan lagi, bisa dijual di cafe ini, hehehehe...

So that i recommend this cozy place for you, for hang out with your friends or spend your moments with people you loved.

Monday, April 11, 2011

Review: Magnum Cafe


Kali ini aq mau review soal Magnum Cafe. Pasti tau donk soal Ice Cream keluaran Wall’s yang satu ini. Sebenernya, ini adalah produk lama, premium vanila ice cream with the dark chocolate outside. Tapi kemudian muncul varian-varian baru; Almond dan Trouffle Chocolate.

Kemudian dengan kelihaian tim dibaliknya, terutama Brand Manager & staffs kali ya, dibentuklah imej baru dari ice cream ini, ice cream lezat dengan Belgium chocolate yang renyah di luarnya. Ga hanya itu, dari new repackage, launching the new magnum, hingga iklannya, membawa pesan bahwa ice cream ini membawamu ke zaman kerajaan, dimana kamu akan menjadi Prince or Princess-nya. Smart...very smart, i think. So jadilah “demam Magnum” di Jakarta, bahkan ice cream ini sempet langka lo, yang justru makin bikin orang penasaran.

Dalam rangkaian campaign-nya, Wall’s bikin Magnum Cafe yang ada di 5th Floor Grand Indonesia. Konsepnya pun dibuat dengan suasana kerajaan, dari interior, kostum yang dipakai oleh penerima tamu, photo booth lengkap dengan kursi kerajaan dan mahkotanya, bahkan ada kereta kencana!! Katanya sih, cafe ini cuma ada 3 bulan, kalo ga salah bakal berakhir di bulan Mei.

Karena penasaran, datanglah aq kesana, dan ternyataaa....antriannya panjang, Bo!!! Padahal itu masih terhitung weekday. Dan antrian sudah dibatasin untuk last order for dine in.


Sempet kecewa sih, tapi kemudian aq pilih take away ajalah. Saat order di kasir, kita disapa dengan sebutan “Lord” dan “Princess”, wah menyenangkan ya. Menunya pun diberi nama-nama unik seolah-olah makanan ini dikhususkan bagi raja dan ratu, atau putri dan pangeran. Untuk menu take away, kta hanya bisa order ice cream, tapi dengan topping yang kita pilih. Sebut saja, dari ice creamnya, mau pilih vanila or chocolate, lalu topping dark chocolate or milk, dan yg terakhir kita bisa pilih topping outsidenya, dari berbagai macam kacang, oreo, corn flakes atau rice crispy. Untuk kombinasi itu dibandrol 25ribu rupiah. Harga yang sesuai mengingat kualitas dan pengalaman yang didapat. Dan acungan jempol lagi, mereka menyediakan area makan, untuk para pengunjung yang membeli take away, jadi kita pun bisa menikmati ice cream itu dengan santai.



Masih penasaran, kali ini aq dan pacarQ niat dateng lagi, dan bertekad harus bisa dine in, hehehehe... Kali ini, antrian lebih menggila, tentu saja karena aq dateng pas weekend, tapi dibela-belain deh buat antri. Dan....akhirnya kita bisa masuk dan makan juga, phiuuuhh....

Kesan pertama, pelayannya sigap dan ramah. Dengan kondisi cafe yang rame banget, mereka dengan sigap membersihkan meja yang sudah kosong agar bisa dipakai oleh pengunjung berikutnya, dan yang paling penting, mereka melayani kita dengan senyum yang tulus. Catet ya, senyumnya tulus, bukan TEMPLATE face yang suka diberikan oleh BANYAK service di Indonesia.

Sebagai pembuka, kita order air mineral, soalnya haus banget abis ngantri, hehehe... Pelayan datang dengan dua botol air mineral dan dua buah gelas kaca. N u know what?? Gelasnya kotor!!!
Masi ada noda minyaknya, iyuuuugghhh.... akhirnya kami minta gelas itu diambil kembali.


Next, orderan pertama datang, minuman ini namanya Summer Tango, perpaduan antara mangga dan ice cream Magnum. Sebenernya sih segar banget, dan butiran coklatnya terasa. Tapi menurutku rasanya terlalu kecut :(






Menu berikutnya, Pette Di Pollo, ini adalah potongan ayam dengan mushroom, potato slice, creamy sauce dan irisan daun (ga tau basil or peterseli) di atasnya. Mungkin karena namanya Magnum Cafe, orang-orang lebih memilih menu manis daripada menu gurih. Buktinya, menu ini datangnya cukup cepat dibanding menu waffle or menu manis lainnya. Rasanya?? Tekstur ayamnya pas, dan creamy sauce-nya lezat, ga eneg. Dari skala 1-10, aq kasih nilai 9, yeayyyy!!!! \^.^/

Kemudian menu pilihanQ, Waffle De Regalia, Princess portion (princess for 1 ice cream, queen for 2 ice creams). No complain for the ice cream, tapi waffle-nya ga ok!! Waffle yang aku tahu itu renyah di luar, lembut di dalam. Sementara yang disajikan padaQ teksturnya sedikit alot dan masih terasa adonannya, seperti kurang matang. Sorry to say, aku Cuma kasih nilai 5 :(

Masih penasaran lagi, kita order menu tambahan, Court Jester, nachos dengan potongan daging, alpukat, paprika, dll. Rasanya nano-nano, hehehe... cukup enak, but it’s not my favorite one


So, overall cafe ini cukup ok, dengan antusias pengunjung yang besar, sayang aja kalau cafe ini cuma ada 3 bulan, dan cuma ada di satu lokasi, ya ga?? Aq ga tau cafe ini masuk kategori “recommended” or “unrecommended” ya?? Kalian tentuin sendiri, ok

Sunday, December 13, 2009

makan Gonggong...

Pernah denger "gonggong" ngga? Sepertinya ngga banyak orang yang tahu. Aq sendiri juga baru tahu pas liputan ke Batam.


Gonggong itu sejenis keong laut yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat. Sepintas bentuknya seperti bekicot yang biasa kita lihat di lingkungan sekitar, tapi cangkangnya berwarna putih kecoklatan.

Cara mengolahnya pun sangat mudah. Cukup dicuci bersih, diberi garam dan perasan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya. Setelah itu cukup direbus aja dalam air mendidih. Nah, sebagai pelengkapnya, gonggong rebus ini disajikan bersama sambal (kalo yang ii aq ga tau racikannya) yang rasanya manis asam itu.



Tekstur gonggong yang kenyal dan mengingatkanku sama bekicot, bikin aq ragu untuk mencobanya. Tapi penasaran banget, seenak apa sih?? dengan bantuan sebuah tusuk gigi untuk mencungkil "dagingnya", dan sedikit sambal pelengkapnya, aq cobain deh... Kres..kres..kenyal-kenyal gitu, seperti makan cumi-cumi, dengan sedikit aroma laut yang masih menempel di dagingnya. Not bad... ;) Cukup enak kok, hahaha....

Uniknya lagi, cangkang-cangkang sisa gonggong tadi juga diolah menjadi kerajinan tangan yangcantik dan unik. Cangkang-cangkang cantik ini mereka jual sebagai hiasan ataupun souvenir pernikahan. Jadi, "zero waste" ya... :)

Saturday, December 5, 2009

Makan Ikan Mentah, mmm...Boleh Juga

Apa siy menu utama Ternate, Maluku Utara? Nyaris semua orang akan bilang Papeda dan Gohu Ikan. So, jadilah aku dan beberapa crew meliput pembuatan kedua makanan khas ini di salah satu rumah penduduk setempat.


Apa sih Papeda itu? Papeda bisa dibilang bubur sagu. Sepintas tampak seperti bubur sumsum biasa, warnanya putih, dan teksturnya lengket seperti bubur (pastinya tanpa kuah gula jawa yaaa..). Papeda ini biasa dimakan bersama dengan gulai atau sup ikan. Rasa popeda sendiri tawar, tapi akan jadi terasa nikmat dengan diberi kuah gulai atau sup ikan.

Masyarakat setempat biasanya makan Papeda dengan tangan, bukan dengan bantuan sendok seperti makan bubur pada umumnya. Uniknya, Papeda ini harus dimakan saat baru matang, atau dalam keadaan panas. Kalau sudah dingin, tekstur Papeda akan menjadi liat, seperti lem kanji!!! iiihhh....


Nah, kalau Gohu Ikan, bisa dibilang ini adalah "Sashimi-nya Indonesia". Ikan segar (biasanya tuna atau tongkol) dibersihkan dari tulang dan durinya, kemudian dicincang kasar. Setelah itu, daging ikan dicuci bersih, kemudian disiram dengan air mendidih, kemudian ditiriskan. Barulah kemudian daging ikan itu diberi perasan air jeruk nipis, daun kemangi, dan bumbu-bumbu lainnya. Jadi deh.

Awalnya aq ngga mau nyobain, karena berpikir itu masih mentah. Pasti baunya amis. Tapi rasa penasaranku akhirnya menang. Setelah dicoba....enak!!! Racikan bumbu dan perasan air jeruk nipis menghilangkan bau amis ikan tersebut. I like it !!


Oia, buat pendampingnya, biasanya Gohu Ikan ini dimakan dengan roti tradisional (aq lupa namanya, maaf...). Roti itu berwarna putih, dan kerasnya minta ampun. Aq ngga tau deh, gimana caranya mereka makan tu roti, kuat-kuat banget ya gigi mereka, hehehehe....

Pesannya musti 1 jam sebelumnya...

Nyaris semua penduduk di Ternate akan menyebut Restoran Floridas sebagai referensi kuliner di Ternate. Apa ya kelebihannya??


Restoran ini menawarkan masakan laut khas Ternate, serta pemandangan Pulau Maitara dan Pulau Tidore, seperti yang terdapat di salah satu sisi uang lembaran seribu rupiah. Selain itu, angin laut yang sejuk memang membuat kita jadi betah dan nyaman disana.


Makanannya enak, dengan harga yang sesuai. Tapi ada satu hal, kalau kita lapar banget bahkan sampai mag-nya kambuh, jangan kesini deh. Bukannya apa-apa, tapi makanan yang kita pesan baru diantar 1 jam kemudian. Yup, 1 jam!!! Bahkan mereka mencantumkannya di daftar menu dengan jelas.

Plusnya, makanan yang disajikan merupakan ikan atau hidangan kaut yang masih segar, tapi kalau lapar dan musti nunggu 1 jam...I don't think so, hehehe...

Kwetiaw Akuang

Masi dari kota Medan, kali ini soal kulinernya.

Dari dulu aq suka mendengar orang-orang menyebut soal kwetiaw Medan. Nah, kali ni aq berkesempatan untuk mencicipi kwetiaw, yang menurut penduduk sana, terenak di kota Medan.


Namanya "Kwetiaw Akuang". Ada gambar si pemilik warung dan pak Bondan Winarno, si mak nyoss..., di spanduk depannya. Hmm...aq jadi semakin tertarik untuk mencoba nih..


Aq pesan "Kwetiaw Goreng Spesial". Saat pesananQ datang, aq sempat ragu. Warnanya pucat dan ga menarik, ga seperti kwetiaw lain yang biasa aq temui yang berwarna kecoklatan. Tapi begitu mencoba, hmm...enyak enyak... Kenyalnya pas, ga terlalu keras ataupun lembek. Bumbunya terasa. Dan yang ga kalah penting, toppingnya (telur, seafood, dll) melimpah. Enak d !!

Sunday, November 22, 2009

Jelajah Jogja

Berulang kali ke Jogja, tapi kayaknya aq ngga pernah bosen d ma kota yang satu ini. Wisata belanja pasti jadi item utama buatQ, hehehe...

Kali ini tujuan utamaQ emang buat menghadiri pernikahan salah seorang sahabatQ. Tapi kali ini aq juga ngidam pecel di Jogja. Jujur aja, selama ini aq belum nemu pecel yang enak di Jakarta. Jadi, kesempatan kali ini ngga aku sia-siain donk...

Dan akhirnya, pilihan jatuh di pecel depan Pasar Beringharjo. Namanya ngidam, sampe dibela-belain deh tu ujan-ujanan makan dibawah terpal yang nutupin pedagang pecel itu. Tapi seru juga ko, nym...nym...nym...

Thursday, October 22, 2009

Ssstt...kalo kerja jangan brisik!!

Dari dulu bolak-balik beli bakpia patok buat oleh-oleh, tapi baru kali ini aq benar-benar tahu proses pembuatannya; itu pun karena kerjaan. Prosesnya bisa dibilang cukup higienis. Tapi yang lebih menarik buatku adalah budaya kerja yang diterapkan si pemilik usaha ke karyawannya. Semuanya terlihat dari signboards yang ada disana.

Misalnya yang satu ini. Intinya cuma satu, yaitu anjuran untuk berusaha menyeimbangkan urusan duniawi dan akhirat.

Nah, pas liat signboard yang satu ini, yang pertama kali aq ingat adalah saat pemeriksaan kuku hari Senin, jamannya SD dulu, hehe... Tapi bagus juga sih, jadi bakpia yang akan kita beli nanti makin higienis.

Oia, satu lagi, karyawan-karyawannya dilarang bicara saat kerja. Tujuannya si udah pasti buat meningkatkan keefektifan kerjanya. Tapi mereka masi bisik-bisik juga si. Ya, habis gimana, pengen ngobrol juga, kan, hehe...

Sunday, September 6, 2009

Awas Lapar Mata !!!

Salah satu khasnya Ramadhan adalah munculnya pasar-pasar Ramadhan di berbagai daerah, termasuk di Jakarta. Salah satunya di Benhil (Bendungan Hilir). Makanan yang dijual dari ta'jil (makanan kecil buat buka puasa) sampe lauk pauk buat temen makan nasi. Buat aq pribadi ini ngga boleh dilewatin, coz disana ada macam2 makanan, kebanyakan justru makanan-makanan tradisional seperti kue serabi, lemang ketan, dll. Jadi laper mata, smuanya tampak menarik buat dibeli n dimakan pas buka puasa..nyam...nyam...





Tips buat yang mo cari makanan di Pasar Ramadhan Benhil:
*) sebaiknya kesana sekitar jam 2-3 siang. Emang sih, masi jauh dari waktu buka puasa, tapi disana udah penuh banget. Makin sore akan makin penuh!!

*) Buat yang bawa kendaraan pribadi, sebaiknya cari parkir di daerah Sudirman aja. Percaya deh, macet banget!!!

*) Buat cewek-cewek, ngga perlu dresscode heboh, palagi pake high heels. Bukannya apa-apa, tapi disitu penuh banget,, ngga lucu donk, udah dandan kece tapi digencet sana-sini, hehehehe...

*) Oia, biar ngga bobol karena leper mata doank, bawa duit secukupnya aja. Trus puterin deh semua pedagang dari ujung ke ujung, baru tentuin pilihan mo beli yang mana

Tapi balik lagi ya, tu smua cuma saran dariku. Pilihan tetep ada di tangan Anda, hahaha...

Sunday, August 23, 2009

Enyak...enyak...enyak...

Buatku, Dinas Luar Kota (DLK) ngga cuma soal kerjaan, n visit new places, tapi juga wisata kuliner, yeeeeeyyyy!!!! (yah, ketauan deh gembulnya :p )

Dari makanan khas suatu daerah, sampe makanan asing yang belum tereksplore, aq cobain aja, asaaaal....bukan makanan ekstrem, kayak kodok, hiu, ular, dll yaa. Hii....ngebayanginnya aja udah males. Nih, ada beberapa makanan daerah yang bisa buat rekomendasi.


yang ini namanya Rabeg, dari Serang. Kalo diliat sepintas sih mirip rawon, tapi rasa rempahnya lebih terasa. Konon katanya ni jadi salah satu hidangan bagi raja-raja kuno.
Kalo kalian di Serang, letak warungnya ada di seberang LP (maap, lupa nama LPnya). tapi coba tanya aja, pasti pada tau ko


Kalo yang ini Sate Bebek khas Cilegon. Enak deh. Awalnya aq sempet sangsi, coz biasanya kalo ngga bisa ngolah dengan bener, daging bebeknya bakal alot dan bau amis. Kebetulan sate bebek ini ngga pake trik khusus buat menghindari hal tersebut. daging bebek dipotong kecil-kecil biasa, trus ditusuk dan dipanggang seperti sate pada umunya. Tapi ternyata pas dicoba....enak ko. Ngga ada bau amis atau daging yang alot seperti yang aq pikirin. Lazeeeiiiss....

Saturday, May 16, 2009

Highly UNrecommended!!!

"Kalo jalan-jalan ke Semarang, jangan lupa mampir di Toko Oen ya..."

Jujur aja, sebagai orang yang dibesarkan di Semarang, aku sendiri belum pernah kesana *huhuhu...jadi malu*. Katanya, Toko Oen ini sering dikunjungi turis-turis bule yang kebetulan singgah di Semarang, karena menyajikan makanan-makanan tempoe doeloe, seperti bitterbalen, lumpia, poffertjes, dll.

Pulang Kampung kali ini, aku menyempatkan diri kesana. Eksterior dan interiornya yang bergaya jaman Belanda, emang ngedukung suasana tempoe doeloe. Ditambah lagi, seragam pelayan cowok yang pake safari jaman dulu (sori, ngga ada gambarnya), sesuai dengan tema yang pengen ditampilkan.

Sayangnya, pelayanannya bener-bener payah!!!!. Ngga ada ramah-ramahnya sama sekali!!! Pandangan mereka merendahkan, seolah-olah kita bukan pengunjung yang pantas buat toko mereka. C'mon...kita memang CUMA sekumpulan cewek yang habis jalan-jalan, tapi bukan berarti kita ngga sanggup bayar kan???

Pas mau order, aku nanya apa menu yang paling favorit yang sering dipesan di toko itu. Pelayan itu (kebetulan cewek) menjawab dengan males-malesan.
Nama-nama makanan yang tercantum dalam menu pun unik, maksudnya buat menarik perhatian juga kali yeee... Sayangnya ngga ada penjelasan tentang menu-menu itu. So kita nanya dong ke pelayan itu. Eeeh, pelayannya malah tambah jutek, karena mungkin dia pikir kita mempermainkan dia. Parahnya lagi, pelayan kasir yang posisinya emang deket meja kita juga ngliatin dengan jutek, hwaaahhh...makin emosi jiwa ja jadinya.

Sabar....sabaaar.....akhirnya aku pesan Oen's Symphony. Katanya sih, ini salah satu es krim khas toko ini.

Sebagai pecinta es krim, menurutku rasanya BIASA aja, kalo ngga mau dibilang murahan, hehehe. bis es krimnya ngga lembut, lebih kayak es puter, or es yang dijual di gerobak dorongan.

So, masi mo bilang toko ini layak direkomendasiin????

Sunday, May 10, 2009

Kripik Setan

Warning!!! It's for the hot-food lovers only!!!
Let me introduce you to....KRIPSET a.k.a KRIPIK SETAN!!!


Kalo diliat sepintas si sama aja kayak jajanan anak SD. Tapi aku ngga yakin anak SD pada doyan makan kripik ini, coz pedesnya nendang euy!!!

As a hot-food lover, kupikir pedesnya biasa aja (coz standar rasa pedes buatku emang melewati batas normal, hehehehe). tapi begitu nyobain, wuiiih...sadis euy pedesnya!!! Bubuk cabenya dahsyat rasanya, sampe ke tenggorokan!!! Aku aja mpe mendesis-desis karena kepedesan, hehehehe... Tapi sekarang malah jadi ketagihan tuh. Lumayan, biar ngga ngantuk kalo kerja, hehehehe... I do really recommend this one for you ;-)

Sayangnya, sampe skrg aku ngga tau dimana belinya. Kata temenku si belinya di Bogor, jauh amat yak??? Ada yang tau dimana belinya di deket-deket sini???

Tuesday, April 14, 2009

Tata Ribs...yummy....

Sebelumnya siy udah pernah ke resto (atau warung ya???) yang terletak di Casablanca ini (eh, tapi ada cabang2 laennya di Jakarta lo...). Dulu menu pertama yang aq cobain adalah Coto Makasar dan Es Palubutung-nya. They're good, but not my fav ones. Coz menurutku, esnya terlalu manis.

Semalem kesitu lagi deh, nyobain menu laennya. Kali ini nyobain Tata Ribs, or iga bakar ala Daenk Tata. N I love it!!!!

Gede banget, n dagingnya empuk n tasty. Bumbunya meresap sampe dalem. Yummy...yummy...Yummy... I think it's belong to "1000 food you have tried before you died", hehehehe... But it's not recommended for people who in diet, ok ;P

Oia, ada satu lagi. Sebenernya si ini ngga termasuk menunya Daek Tata, tapi kalo yang di Casablanca, di depannya suka ada yang jual es durian. Mungkin sama aja si kayak es durian yang biasa suka ketemu di Bandung or Bogor, tapi berhubung I'm durian freak, ya dosa aja kalo nyampe ngga beli n nyobain, hehehehe.... Wah, maap yee...untuk yang satu ini ngga ada fotonya, bis udah keburu abis dimakan siy, hehehehe...

Thursday, April 2, 2009

Minyak Goreng 3 Hari

Siapa sih yang ngga pernah makan gorengan???
Semua orang pasti pernah beli n menyantap aneka camilan gorengan maupun lauk gorengan (lele, ayam, bebek, dll). Saat membeli, pastilah kita melihat minyak yang digunakan untuk menggoreng biasanya sudah berwarna hitam karena seringnya digunakan. Toh hal itu tidak membuat orang-orang enggan membeli makanan itu kan??? Tapi coba tebak, berapa "umur pakai" minyak goreng itu???


Awalnya, aku pikir minyak itu setidaknya diganti sehari sekali. Namun karena banyaknya bahan makanan yang digoreng, jadi saat kita membeli, minyak yang digunakan itu sudah berwarna hitam. Ternyata... Minyak goreng itu "umurnya" 3 hari!!!! Bahkan baru benar-benar diganti seminggu sekali!!!

Ngga percaya????? Ini jawaban dari penjualnya langsung...
Minyak goreng yang biasa dia pakai itu, ditambahkan ke penggorengan setiap tiga hari sekali (bukan diganti lo...). Jadi minyak menghitam karena emang umur pakainya udah lama, so pasti banyak endapan dari bahan makanan yang digoreng sebelumnya. Trus kapan minyak goreng itu diganti dengan yang baru??? Setiap hari Jumat!!! It means, minyak goreng itu diganti dengan minyak goreng yang benar-benar baru seminggu sekali!!!

iiih...tu makanya banyak yang bilang gorengan pinggir jalan ngga sehat n bisa menimbulkan macam-macam penyakit. Tapi, walopun kita udah tau itu, makanan-makanan itu tetep laris manis tu...
Orang Indonesia sehat-sehat ya???? Bisa bertahan dengan makanan yang ngga sehat itu (ironic!!!)

Sunday, January 25, 2009

Sensasi Pinggir Jalan


Siang ini, bareng ma temen kost sekamar, aku pergi ke supermarket di daerah Mampang. Pas baliknya, kita bingung mau makan apa ya, coz udah jam 11an, n perut udah keroncongan.

Akhirnya pilihan jatuh pada mie ayam kampung yang nongkrong deket supermarket itu. Jangan bayangkan warung mie ayam dengan meja dan kursi yang teratur ya...yang ada cuma gerobak aja, mau makan dimana, itu terserah kita, huehehehe... alhasil duduklah kita di bangku depan tukang cukur, yang kebetulan deket gerobak itu.

Kalo diinget-inget, udah lama banget aku ngga makan di pinggir jalan kayak gini. Kalau warung or wateg pinggir jalan siy masi sering, tapi yang ini bener-bener di pinggir jalan, nongkrongin bus-bus yang lewat (secara di pinggir jalan raya gede, hehehehe). Mbil makan, kit nonkrongin orang-orang yang kluar masuk tempat cukur rambut itu, dari yang anak-anak kecil, mpe opa-opa, huehehehehe. Cuma perlu modal cuek aja makan dipinggir jalan, ya nggak. For me, selama makanannya enak, murah, n bersih, why not???

Sunday, July 6, 2008

Family Vacation



Yesterday,Dasti,my cousin sent me sms,invite me to join her family vacation to Anyer,West Java.she said they'll grill seafood there.

so today we all woke up earlier n left home around 6. at the first time, i thought we ONLY will buy seafood in the market, then we grill it for lunch. but then, whoila....!!! my aunt take out frying pan and other cooking utensils, including the additional ingredients for the food, like tomatoes, onions, etc!! then i realized, WE WERE REALLY COOKING ON THE BEACH!!! Can you imagine that??? we chopped the chillis and onions, grilled the fish, made "sate ayam", and even sauted the shrimp n cuttlefish. check out the food, nyum....nyum...

it's the first time for me. though i had ever had vacation with my family, but i have never cook in real and bring all the cooking utensils like this, hehehe.... but it's fun =)
you must try it once, someday ;p