Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Thursday, November 10, 2011

ORANG NORAK DILARANG NAIK PESAWAT!


Tenang...tulisan ini ga berbau rasis atau merendahkan suku, kasta atau golongan manapun. Ini lebih berkaitan dengan habit dan pola pikir yang masih sering terjadi di antara kita. Dan bisa jadi hal-hal yang aq bahas ini masih SERING kamu lakukan.

Tulisan ini mengenai beberapa hal kecil yang sering diabaikan orang (mungkin juga kamu) saat bepergian dengan pesawat terbang.

Pakai Sabuk Pengaman
Ini adalah hal basic yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh SETIAP penumpang pesawat kan. Sama dengan sabuk pengaman di mobil, penggunaan sabuk pengaman tentu saja bertujuan untuk melindungi penumpang saat berkendara, terutama saat take off, landing, ataupun saat goncangan (turbulance. Sayangnya masih ada orang yang berpikir pakai sabuk pengaman itu ribet dan membuat pergerakan mereka menjadi ga bebas. Emang mau ngapain sih kalo pesawat udah di udara? Ga mungkin koprol-koprol kan?

Ada satu kejadian dalam salah satu penerbangan domestik yang aq tumpangi. Saat itu kondisi pesawat sedang turbulance, dan awak kabin pun sudah mengingatkan semua penumpang untuk kembali duduk dan memasang sabuk pengaman. Para pramugari memeriksa setiap penumpang, sampai ke penumpang yang kbetulan duduk di seberangQ, dan ia mengingatkan penumpang itu untuk mengenakan sabuk pengamannya. Karena buruknya cuaca, turbulance terjadi beberapa kali, dan setiap kali pula pramugari mengingatkan hal yang sama ke penumpang itu. Herannya, ia tidak merasa bersalah atau malu karena diingatkan berkali-kali oleh pramugari, ia malah pasang muka tengil seolah-olah ia tak melakukan kesalahan apapun. Ughhh....rasanya pengen timpuk orang itu pake sendal kayu deh.

Matikan Handphone Atau Gadget Lain Saat Masuk Ke Pesawat
Yes, my friend, ini berlaku selama kita berada dalam pesawat sejak MASUK pesawat sampai KELUAR pesawat. Tapi yang sering tejadi saat ini adalah penumpang masih sibuk nelepon, sms, atau BBMan, bahkan ngecek facebook or twitter sampai sesaat menjelang take off *tepokjidat*

Aq jadi ingat pembicaraanQ dengan salah seorang pilot di Bandung beberapa waktu lalu (thx for Pak Kiki & Pak Fahmy for the information). Peraturan itu tidak dibuat tanpa alasan jelas. Saat ini sistem navigasi dalam pesawat menggunakan automatic system dimana pilot memasukkan koordinat lokasi saat itu dan koordinat lokasi yang dituju. Nah, sinyal handphone atau alat elektronik lain akan mengganggu sistem navigasi tersebut, bahkan SEJAK MASUK ke pesawat, karena saat itu pilot sedang mengoperasikan alat navigasi tersebut. Dan bila sudah tinggal landas, handphone yang belum dimatikan akan terus mencari sinyal, dan tentu saja akan mengacaukan sistem navigasi yang sudah disetting sebelumnya. Efeknya, pesawat bisa saja melenceng dari lokasi yang dituju, dll. Wah, ga kebayang kalo niatnya mau ke Jogja, eh nyasar ke Surabaya. Ya kalo tu kota punya bandara, kalo engga gimana? Mau mendarat di atap rumah penduduk??

Sayangnya, banyak dari kita yang tidak tahu, atau TIDAK MAU TAHU dengan hal ini. Kalaupun kita mengingatkan penumpang lainnya pasti responnya kalo ga melotot, jutek, atau ngomel-ngomel, “ini kan handphone saya, suka-suka saya dong...”. Lah, siapa bilang itu handphone saya yak? Hayoo...pernah ga mengalami kejadian tadi? atau malah, kamu adalah orang jutek berhandphone tadi?

C'mon...U won’t die if u turn off your cellphone for a couple hours, but u CAN DIE if you keep it on. And U WON’T DIE ALONE, we ALL gonna die because of your stupid habit!!!

So my friend, sering naik pesawat kesana kemari bahkan sampai keluar negeri pun tidak otomatis menjadikanmu orang yang modern kok. Tulisan ini hanya sekedar berbagi informasi. Jadi mau berubah atau tetap norak, itu semua pilihan Anda :)

Saturday, January 8, 2011

Bodohnya Aq.....!!! *tepok jidat*


courtesy picture by koranindonesia.com

I miss beach so much!!!! Yeah, I'm a beach lover. Love the water's sound, lay down on the sand and do nothing, just enjoy the sound and the view. What a life!!!

So I plan my trip to Bali. Baru mulai ngrencanain sebelum akhir tahun kemaren sih. Dan aq ngrencanain buat ke Bali di awal Maret ini. Kenapa Maret?? Saat itu aq berpikir Desember-Januari pasti peak season. Harga tiket dan penginapan pasti lagi mahal-mahalnya. Dan lagi, belakangan ini kan masih sering ujan. Aq si ngarepnya tar d bulan Maret cuaca lebih bersahabat. Ga lucu donk, udah jauh-jauh ke Bali, eh malah ga bisa kemana-mana karena ujan.

Ke Bali kali ini tujuannya memang hunting virgin beaches. Yep, sudah bosan dengan Kuta. Aq si lebih prefer Legian ya, soalnya masih sederet degan Kuta, tapi ga terlalu rame. Aq bisa berjam-jam duduk dan menikmati pemandangan, sambil nungguin sunset disana. Nah, dari berbagai referensi, sederet nama pantai yang belum terlalu dikenal orang sudah ada di tangan, lengkap dengan "how to get there".

Tanggal sudah ditentukan, tiket sudah di-book. Tinggal tunggu saatnya aja. Sampai semalam aq memperhatikan kalender 2011. Ada hari libur nasional di tengah-tengah rencana berliburQ. Ga terlalu berpengaruh si, soalnya libur Nasional-nya jatuh di hari Sabtu. Tapi aq perhatiin lagi, libur Nyepi, dan aq berencana ke Bali saat itu. DANG!!!!!

Apa jadinya liburan ke Bali saat Hari Raya Nyepi??!!! Aw, man...bodohnya aq!!! Libur Nyepi, berarti semua orang Hindu di Bali ga keluar rumah, ga nyalain api atau lampu. Bisa dikatakan Bali akan menjadi "pulau mati". Bahkan bandara dan pelabuhan tidak beroperasi dihari itu.Sempet terpikir mau tetep jalanin sesuai rencana, toh aq kan ngga ngerayain Nyepi, bisa aja aq ke pantai kan?? Tapi kan ada Pecalang (penegak adat Bali) yang akan berpatroli menjaga ketertiban di hari Nyepi, termasuk memberi sanksi bagi SIAPAPUN yang melanggar, termasuk turis. Biasanya bagi yang masih keluar rumah saat hari Raya Nyepi, akan mendapat sanksi membersihkan pura.

Ada sih yang bilang kalo perayaan Nyepi cukup menarik, seperti Pawai Ogoh-ogoh (pawai boneka raksasa yang diadakan untuk menyambut Hari Raya Nyepi) dan tradisi Met-metan (tradisi ciuman massal yang dilakukan muda-mudi di Banjar, Bali). But, I don't think so. cukup menyaksikan kedua perayaan itu di tivi aja,hehehe...

Aq tanya ke beberapa orang yang pernah berlibur saat Hari raya Nyepi, mereka bilang, yang bisa kita lakukan hanya berdiam di hotel, dan menikmati faslitas yang ada. Kalau lapar, ya cuma bisa pesan makanan di hotel (entah ada atau enggak pegawai hotel yang masak). Bahkan, saat malam tiba, kta harus menutup tirai kamar, dan memastikan tidak ada cahaya yang keluar. HWAAAHHH...repot ga tuh??

Dan akhirnya, dengan berat hati aq harus me-reschedule rencanaQ itu. Lebih baik keluar duit lebih deh, daripada mati gaya dengan sukses disana??

Jadi kesimpulannya, kalau mau berencana mau pesen tiket liburan, pastiin kamu udah lihat kalender dulu. Jangan berdasar kalender airline aja, soalnya cuma item putih doank, ga ada informasi tanggal merah hari nasionalnya, hehehe...

Sunday, January 2, 2011

Anda Dinyatakan SAH!!!!


Weww...ngga terasa, ini postingan pertamaQ di awal tahun 2011 ya. Sebelumnya, HAPPY NEW YEAR!!!! Semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua, Amin.

Pagi ini aq memulainya dengan membaca Naked Traveler 2 by Trinity, ditemenin segelas kopi Bali yang nikmat. Hmmm...what a beautiful life!!!

Cerita yang aku baca tentang pengalaman Trinity saat naik balon udara di Capadocia, Turki. Ia menceritakan pengalaman yang seru sekaigus bikin mupeng aq, hahaha.... I wish I could be there to do it someday. Di akhir tripnya dengan balon udara, Trinity cerita kalau dia mendapat sertifikat yang menyatakan bahwa ia pernah naik balon udara di Capadocia di tahun 2008.

Aq jadi ingat pengalamanQ waktu liputan ke Pontianak, Kalimantan Barat. Salah satu landmark disana adalah Tugu Khatulistiwa. Yep, inget pelajaran kita waktu SD kan, Indonesia terbagi menjadi dua bagian secara horizontal oleh garis khatulistiwa, tepatnya melewati kota Sabang dan Pontianak.

Nah, di dalam tugu khatulistiwa di kota Pontianak ini terdapat foto-foto dan catatan-catatan sejarah pembangunan Tugu Khatulistiwa tersebut. Selain itu di dalamnya juga terdapat prasasti khatulistiwa dan garis di lantai yang dibuat untuk menggambarkan garis khatulistiwa itu sendiri. Jadi, jika kita melangkah melintasi garis tersebut, kita sudah melintasi garis khatulistiwa. Means, kita sudah berada di Indonesia bagian utara dan selatan. Karena iseng, akhirnya aku sengaja melangkahi garis itu bolak-balik, biar afdol, hehehe...

Sebelum kita meninggalkan tugu itu, salah satu tugas mendekati kami dan menawarkan untuk membuat sertifikat, dengan biaya 5 ribu / 10 ribu rupiah (aq lupa...). Aq setuju. Alhasil, aq mendapat Piagam Perlintasan Khatulistiwa (Certificate of Equator Crossing) yang menyatakan bahwa "Walikota Pontianak dengan ini menerangkan bahwa Fauziah Rosfa telah melintasi Khatulistiwa di kota Pontianak, Kalimantan Barat Indonesia, di atas garis 109derajat 20'00" Bujur Timur pada Kamis, 25 Februari, 2010, jam 13.55 WIB". Dengan kata lain, aq dinyatakan SAH melewati garis khatulistiwa di Indonesia, hahaha...

Sunday, December 13, 2009

makan Gonggong...

Pernah denger "gonggong" ngga? Sepertinya ngga banyak orang yang tahu. Aq sendiri juga baru tahu pas liputan ke Batam.


Gonggong itu sejenis keong laut yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat. Sepintas bentuknya seperti bekicot yang biasa kita lihat di lingkungan sekitar, tapi cangkangnya berwarna putih kecoklatan.

Cara mengolahnya pun sangat mudah. Cukup dicuci bersih, diberi garam dan perasan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya. Setelah itu cukup direbus aja dalam air mendidih. Nah, sebagai pelengkapnya, gonggong rebus ini disajikan bersama sambal (kalo yang ii aq ga tau racikannya) yang rasanya manis asam itu.



Tekstur gonggong yang kenyal dan mengingatkanku sama bekicot, bikin aq ragu untuk mencobanya. Tapi penasaran banget, seenak apa sih?? dengan bantuan sebuah tusuk gigi untuk mencungkil "dagingnya", dan sedikit sambal pelengkapnya, aq cobain deh... Kres..kres..kenyal-kenyal gitu, seperti makan cumi-cumi, dengan sedikit aroma laut yang masih menempel di dagingnya. Not bad... ;) Cukup enak kok, hahaha....

Uniknya lagi, cangkang-cangkang sisa gonggong tadi juga diolah menjadi kerajinan tangan yangcantik dan unik. Cangkang-cangkang cantik ini mereka jual sebagai hiasan ataupun souvenir pernikahan. Jadi, "zero waste" ya... :)

Saturday, December 5, 2009

Makan Ikan Mentah, mmm...Boleh Juga

Apa siy menu utama Ternate, Maluku Utara? Nyaris semua orang akan bilang Papeda dan Gohu Ikan. So, jadilah aku dan beberapa crew meliput pembuatan kedua makanan khas ini di salah satu rumah penduduk setempat.


Apa sih Papeda itu? Papeda bisa dibilang bubur sagu. Sepintas tampak seperti bubur sumsum biasa, warnanya putih, dan teksturnya lengket seperti bubur (pastinya tanpa kuah gula jawa yaaa..). Papeda ini biasa dimakan bersama dengan gulai atau sup ikan. Rasa popeda sendiri tawar, tapi akan jadi terasa nikmat dengan diberi kuah gulai atau sup ikan.

Masyarakat setempat biasanya makan Papeda dengan tangan, bukan dengan bantuan sendok seperti makan bubur pada umumnya. Uniknya, Papeda ini harus dimakan saat baru matang, atau dalam keadaan panas. Kalau sudah dingin, tekstur Papeda akan menjadi liat, seperti lem kanji!!! iiihhh....


Nah, kalau Gohu Ikan, bisa dibilang ini adalah "Sashimi-nya Indonesia". Ikan segar (biasanya tuna atau tongkol) dibersihkan dari tulang dan durinya, kemudian dicincang kasar. Setelah itu, daging ikan dicuci bersih, kemudian disiram dengan air mendidih, kemudian ditiriskan. Barulah kemudian daging ikan itu diberi perasan air jeruk nipis, daun kemangi, dan bumbu-bumbu lainnya. Jadi deh.

Awalnya aq ngga mau nyobain, karena berpikir itu masih mentah. Pasti baunya amis. Tapi rasa penasaranku akhirnya menang. Setelah dicoba....enak!!! Racikan bumbu dan perasan air jeruk nipis menghilangkan bau amis ikan tersebut. I like it !!


Oia, buat pendampingnya, biasanya Gohu Ikan ini dimakan dengan roti tradisional (aq lupa namanya, maaf...). Roti itu berwarna putih, dan kerasnya minta ampun. Aq ngga tau deh, gimana caranya mereka makan tu roti, kuat-kuat banget ya gigi mereka, hehehehe....

Pesannya musti 1 jam sebelumnya...

Nyaris semua penduduk di Ternate akan menyebut Restoran Floridas sebagai referensi kuliner di Ternate. Apa ya kelebihannya??


Restoran ini menawarkan masakan laut khas Ternate, serta pemandangan Pulau Maitara dan Pulau Tidore, seperti yang terdapat di salah satu sisi uang lembaran seribu rupiah. Selain itu, angin laut yang sejuk memang membuat kita jadi betah dan nyaman disana.


Makanannya enak, dengan harga yang sesuai. Tapi ada satu hal, kalau kita lapar banget bahkan sampai mag-nya kambuh, jangan kesini deh. Bukannya apa-apa, tapi makanan yang kita pesan baru diantar 1 jam kemudian. Yup, 1 jam!!! Bahkan mereka mencantumkannya di daftar menu dengan jelas.

Plusnya, makanan yang disajikan merupakan ikan atau hidangan kaut yang masih segar, tapi kalau lapar dan musti nunggu 1 jam...I don't think so, hehehe...

Ternate, Untouched Heaven


Ternate dan Tidore. Hal pertama yang terpikirkan olehQ, "jauh banget ya tempatnya...".

Direct flight yang aq tumpangi memakan waktu kurang lebih 4 jam. Pegel banget...dari duduk, tidur, rebahan (karena saat itu penumpangnya cuma setengah dari kapasitas yang ada), sampe duduk lagi. phiuh... Tapi begitu pesawat landing, rasa lelah itu langsung terbayrkan. Dari beberapa saat sebelum pesawat landing, aq sudah disuguhi dengan pemandangan pantai yang indah di pagi hari. Yep,,,bandara Sultan Babullah - Ternate terletak persis di dekat pantai. Dari bandara itu juga, kita bisa memandang pantai dan pulau lain di kejauhan. Keren kaaan....


Bisa dibilang, dalam 5 hari aq disana, aq bener-bener "kenyang" menikmati pemandangan pantai dan pegunungan yang indah disana. Ibaratnya dari berbagai titik di Ternate, aq bisa memandang pantai di sebelah kiri, dan pemandangan gunung di sebelah kanan. Keren banget !!!


Yep, tapi ternyata menurut penduduk lokal, masi banyak keindahan-keindaha lain yang belum aq temui disana. Hmm...masi ada Gura Ichi, a diving spot dengan pasir putihnya, dan pantai-pantai lainnya.

Someday...i'll be back there

Oia, satu lagi, hotel tempat aq menginap (aq lupa namanya...) punya kolam renang yang luas banget, bahkan mereka mengklaim kalo kolam renang itu terbesar di Indonesia Timur. Tapi emang sih, untuk ukuran hotel, kolam renangnya gede, jadi betah renang tiap hari, hehehe...

Kwetiaw Akuang

Masi dari kota Medan, kali ini soal kulinernya.

Dari dulu aq suka mendengar orang-orang menyebut soal kwetiaw Medan. Nah, kali ni aq berkesempatan untuk mencicipi kwetiaw, yang menurut penduduk sana, terenak di kota Medan.


Namanya "Kwetiaw Akuang". Ada gambar si pemilik warung dan pak Bondan Winarno, si mak nyoss..., di spanduk depannya. Hmm...aq jadi semakin tertarik untuk mencoba nih..


Aq pesan "Kwetiaw Goreng Spesial". Saat pesananQ datang, aq sempat ragu. Warnanya pucat dan ga menarik, ga seperti kwetiaw lain yang biasa aq temui yang berwarna kecoklatan. Tapi begitu mencoba, hmm...enyak enyak... Kenyalnya pas, ga terlalu keras ataupun lembek. Bumbunya terasa. Dan yang ga kalah penting, toppingnya (telur, seafood, dll) melimpah. Enak d !!

Museum Rahmat



Kalo denger kata museum, yang ada di benakQ adalah tempat yang membosankan. Tapi untuk yang satu ini, menarik buatQ.

Namanya Museum Rahmat, letaknya di kota Medan. Isinya berbagai spesies hewan hasil buruan yang telah diawetkan dengan air keras. Om Rahmat, si pemilik museum ini, emang hobi banget ma olahraga berburu.

Awalnya aq berpikir, jahat banget siy ngawetin hewan segitu banyaknya, hanya untuk jadi tontonan di dalam museum. Tapi ternyata, hewan-hewan yang ada disini merupakan pemberian dari teman atau kerabat om Rahmat. Yang lainnya adalah hewan-hewan yang diawetkan setelah mereka mati karena suatu penyakit. Jadi bukan dibunuh dan diawetkan dengan sengaja yaaa....


Di museum ini ada sekitar 1000 spesies dari berbagai penjuru dunia. Dari hewan dewasa, sampai yang masi baby. Dari gajah Africa yang gede banget, sampe nyamuk hutan yang ukurannya cuma setitik hitam, ada disini. (maap, yg ni ga ada fotonya)

Karena mereka berasal dari hewan asli, maka ukurannya pun sama persis seperti aslinya. Aq jadi tau kalo jerapah itu emang tinggi banget, n buaya sungai pasti bisa makan aq dalam sekali telan, coz ukuran badannya gede banget!! Hehe... So, kalo maen-maen ke Medan, mampir aja ke museum ini. Very interesting, ok ok...


Sunday, November 22, 2009

Hotel Murah di Jogja

Ada sedikit tips nih buat yang mau wisata murmer alias murah meriah di Jogja.

Penginapan yang murah di Jogja ada di Jalan Sosrowijayan (I or II) atau Jalan Dagen. Semua letaknya di daerah Malioboro. Akses kesana juga cukup mudah. Untuk ke Malioboro, bisa diakses dengan TransJogja, baik dari bandara maupun dari terminal bus. Oia, orang-orang Jogja ngga kenal familiar dengan istilah busway, jadi tanyanya shuttle TransJogja ya, hehehe...

Nah kalo udah nyampe di Malioboro, jangan buru-buru memilih satu penginapan berdasarkan harganya saja. Kita bisa tanya fasilitas apa saja yang diberikan (AC, kipas angin, TV, breakfast, dll), bahkan bisa lihat kondisi kamarnya dulu. Mereka ngga bakal keberatan ko untuk menunjukkannya. Tapi ya itu tadi...jangan mengharapkan bathtub, dengan roomboy, dll ya. Namanya juga wisata murmer. Kita bisa melihat dan menilai kondisi masing-masing penginapan, sebelum akhirnya meutuskan mau menginap dimana. Aq sendiri udah dua kali nginap di penginapan Puntodewo di jalan Dagen. emang sih, letaknya agak masuk ke dalam gang, tapi so far, it's the best i can get in there.


Trus...trus...kalo ke Jogja ngga afdol rasanya kalo ngga belanja di Malioboro kan? Semua pasti udah pada tahu, tawar-menawar wajib hukumnya. Tapi udah pada tahu belum, tawar-menawar yang asik tu sekitar jam 10 pagi (di saat awal mereka mulai berdagang), dan sekitar jam 8 malam (saat mereka udah mau menutup dagangannya). Aq bilang asik karena kita relatif lebih mudah menawar untuk dapetin harga yang kita mau.

Penjelasannya gini, pembeli yang datang di awal mereka berjualan biasanya dianggap penglaris dagangannya hari itu. Jadi, kalo pembeli sudah ada di awal mereka berdagang di hari itu, dianggap akan membawa keberuntungan mendatangkan pembeli-pembeli lainnya ke lapak mereka. Ngga percaya, aq punya pengalaman belanja di Malioboro sekitar jam 10 pagi. Tawar-menawar bisa dibilang cukup mudah, sampe akhirnya aq dapet harga yang aq pengenin. Uniknya, setelah aq kasi duit ke pedagangnya, dia langsung mengibas-ngibaskan uang pembayaranQ tadi ke barang-barang dagangannya, sambil bilang, "laris...laris...laris...". :)

Nah, kalo yang malem, lain lagi penjelasannya. Aku sendiri lum tau pasti si, tapi kesimpulan yang aq tau kalo sudah malam, pedagang-pedagang itu udah buru-buru mo pulang. Jadi mereka ngga terlalu ngotot mempertahankan harga yang ditawarkan.

Oia, "peraturan" belanja tadi bisa aja diterapi di tempat lain lo. Aq si udah pernah mencobanya di Blok M, n berhasil tuh, hehehehe...

Selamat Mencoba !!

Jelajah Jogja

Berulang kali ke Jogja, tapi kayaknya aq ngga pernah bosen d ma kota yang satu ini. Wisata belanja pasti jadi item utama buatQ, hehehe...

Kali ini tujuan utamaQ emang buat menghadiri pernikahan salah seorang sahabatQ. Tapi kali ini aq juga ngidam pecel di Jogja. Jujur aja, selama ini aq belum nemu pecel yang enak di Jakarta. Jadi, kesempatan kali ini ngga aku sia-siain donk...

Dan akhirnya, pilihan jatuh di pecel depan Pasar Beringharjo. Namanya ngidam, sampe dibela-belain deh tu ujan-ujanan makan dibawah terpal yang nutupin pedagang pecel itu. Tapi seru juga ko, nym...nym...nym...

Tanah Karo


Ini beberapa foto yang aq ambil di Desa Lingga, Brastagi, Sumatra Utara. Waktu itu aq dan tim meliput rumah adat Blangayo (dihuni oleh 8 keluarga), dan rumah adat Rajo (dihuni oleh 11 keluarga), yang sampai saat ini masih dihuni oleh penduduk setempat.


Layaknya rumah adat yang dibangun sejak jaman dahulu, rumah adat ini tidak menggunakan besi, paku atau semen sama sekali. Setiap bagian rumah memiliki makna tersendiri, misalnya bentuk rumah yang menggambarkan tiga dewa, simbol-simbol yang melambangkan kekerabatan dan kekeluargaan, rumah yang menghadap timur dan barat untuk mencegah angin ribut, dll. Quite interesting for me...


Thursday, October 22, 2009

Ssstt...kalo kerja jangan brisik!!

Dari dulu bolak-balik beli bakpia patok buat oleh-oleh, tapi baru kali ini aq benar-benar tahu proses pembuatannya; itu pun karena kerjaan. Prosesnya bisa dibilang cukup higienis. Tapi yang lebih menarik buatku adalah budaya kerja yang diterapkan si pemilik usaha ke karyawannya. Semuanya terlihat dari signboards yang ada disana.

Misalnya yang satu ini. Intinya cuma satu, yaitu anjuran untuk berusaha menyeimbangkan urusan duniawi dan akhirat.

Nah, pas liat signboard yang satu ini, yang pertama kali aq ingat adalah saat pemeriksaan kuku hari Senin, jamannya SD dulu, hehe... Tapi bagus juga sih, jadi bakpia yang akan kita beli nanti makin higienis.

Oia, satu lagi, karyawan-karyawannya dilarang bicara saat kerja. Tujuannya si udah pasti buat meningkatkan keefektifan kerjanya. Tapi mereka masi bisik-bisik juga si. Ya, habis gimana, pengen ngobrol juga, kan, hehe...

Sunday, August 23, 2009

Enyak...enyak...enyak...

Buatku, Dinas Luar Kota (DLK) ngga cuma soal kerjaan, n visit new places, tapi juga wisata kuliner, yeeeeeyyyy!!!! (yah, ketauan deh gembulnya :p )

Dari makanan khas suatu daerah, sampe makanan asing yang belum tereksplore, aq cobain aja, asaaaal....bukan makanan ekstrem, kayak kodok, hiu, ular, dll yaa. Hii....ngebayanginnya aja udah males. Nih, ada beberapa makanan daerah yang bisa buat rekomendasi.


yang ini namanya Rabeg, dari Serang. Kalo diliat sepintas sih mirip rawon, tapi rasa rempahnya lebih terasa. Konon katanya ni jadi salah satu hidangan bagi raja-raja kuno.
Kalo kalian di Serang, letak warungnya ada di seberang LP (maap, lupa nama LPnya). tapi coba tanya aja, pasti pada tau ko


Kalo yang ini Sate Bebek khas Cilegon. Enak deh. Awalnya aq sempet sangsi, coz biasanya kalo ngga bisa ngolah dengan bener, daging bebeknya bakal alot dan bau amis. Kebetulan sate bebek ini ngga pake trik khusus buat menghindari hal tersebut. daging bebek dipotong kecil-kecil biasa, trus ditusuk dan dipanggang seperti sate pada umunya. Tapi ternyata pas dicoba....enak ko. Ngga ada bau amis atau daging yang alot seperti yang aq pikirin. Lazeeeiiiss....

Friday, August 21, 2009

Berburu Sunset

Awalnya siy aku cuma nemenin cameramen yang demen banget ngejar sunset. Selama ini aku berpikir gambar-gambar sunset di postcard or calendar is just a simple shot. All u need is the right moment and the right place. But now i'm realize, i'm totally wrong.

Udah dua hari berturut-turut ni aku nongkrongin sunset (sebenernya lebih karena penasaran sih, emang segitu susahnya ya??). Kemaren di Anyer, hari ini di deket Pelabuhan Merak. Ternyata susah lo... dan dua-duanya gagal total!!

Ceritanya, kita nemuin titik strategis buat nungguin sunset (menurut kita). 30 menit....1 jam...semuanya berjalan sesuai harapan. Matahari yang masih bulat, pelan-pelan turun ke garis laut, diikuti warna langit yang mulai memerah. Dan...persis di saat matahari cuma tinggal sejengkal dari garis laut, tiba-tiba aja mataharinya "ngumpet" di balik sekumpulan awan yang kebetulan lewat di depannya!!

Hwaaaa....!!!!! Ngga rela...ngga rela...kita kan udah nungguin lama!! N hal itu terjadi dua kali berturut-turut!!! hix...hix... ternyata mengejar sunset tu ga gampang ya??

NB: ni aq upload gambar-gambar sebelum mataharinya "ngumpet", hix...


di Pantai Anyer


di Pelabuhan Merak

Thursday, August 20, 2009

Hwaa...pom bensinnya mannaaa ???


Bagi kita yang tinggal di kota besar, pasti ngga susah donk buat nyari pom bensin. Bahkan kadang dalam satu kilometer bisa ditemui dua pom bensin baik dari perusahaan yang sama atau tidak. Tapi lain ceritanya kalau kita di luar kota, atau lebih tepatnya di kota-kota kecil. Ini yang aku alami hari ini.

Kejadiannya aku alami pas syuting ke daerah Anyer, Jawa Barat. Waktu itu aku dan crew lainnya baru aja kelar survey di daerah Pandeglang dan Serang. Setelah nemu hotel yang dimaksud (referensi dari kantor), kita mo isi bensin dulu nih, niatnya biar besok ngga repot nyari bensin sebelum syuting.

Waaaaahhh....ternyata, pom bensinnya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh banget!!! Bayangin aja, spanjang perjalanan ngga nemu pom bensin yang "normal". Maksudnya normal, yang beroperasi dengan baik dan benar. Pom bensin pertama yang kita temui, HABIS. Kita lanjutin lagi perjalanan, bahkan udah sampe masuk ke kota Cilegon, tapi lum juga nemu pom bensin. Begitu nemu, eh udah TUTUP; entah emang karena bensinnya abis, or karena jam operasinya udah lewat, cuma sampe jam 5 sore, kayak orang kantoran (option terakhir BISA terjadi lo di daerah situ, hehehe..).

Akhirnya...kita bisa nemuin pom bensin juga. Kalo diitung-itung, kita udah jalan selama kurang lebih 1,5 jam buat isi bensin doank. N tangki mobil yang awalnya masih berisi seperempat tangki, sampe nyaris kritis karena susahnya beli bensin!!

Wiiih...ngga kebayang kan, gimana jadinya kalo kita keabisan bensin di tengah jalan??? Alamat dorong mobil deh...

Wednesday, May 20, 2009

Gempor...

Menjelajah Yogyakarta emang lebih afdol kalo dilakuin dengan jalan kaki. Dari yang namanya wisata kuliner, wisata budaya, sampe wisata belanja, lebih asik kalo dengan jalan kaki. Palagi yang namanya cewek, kalo udah belanja pasti lupa waktu, lupa makan, dll. Rasa capeknya baru terasa kalo udah selesai belanja, n baru inget kalo kita udah muter-muter tempat belanja lama n jauh banget. Gempor abis deh...


Ini sepupuku sayang yang gempor abis jalan-jalan di Malioboro, hehehehe...

Saturday, May 16, 2009

Highly UNrecommended!!!

"Kalo jalan-jalan ke Semarang, jangan lupa mampir di Toko Oen ya..."

Jujur aja, sebagai orang yang dibesarkan di Semarang, aku sendiri belum pernah kesana *huhuhu...jadi malu*. Katanya, Toko Oen ini sering dikunjungi turis-turis bule yang kebetulan singgah di Semarang, karena menyajikan makanan-makanan tempoe doeloe, seperti bitterbalen, lumpia, poffertjes, dll.

Pulang Kampung kali ini, aku menyempatkan diri kesana. Eksterior dan interiornya yang bergaya jaman Belanda, emang ngedukung suasana tempoe doeloe. Ditambah lagi, seragam pelayan cowok yang pake safari jaman dulu (sori, ngga ada gambarnya), sesuai dengan tema yang pengen ditampilkan.

Sayangnya, pelayanannya bener-bener payah!!!!. Ngga ada ramah-ramahnya sama sekali!!! Pandangan mereka merendahkan, seolah-olah kita bukan pengunjung yang pantas buat toko mereka. C'mon...kita memang CUMA sekumpulan cewek yang habis jalan-jalan, tapi bukan berarti kita ngga sanggup bayar kan???

Pas mau order, aku nanya apa menu yang paling favorit yang sering dipesan di toko itu. Pelayan itu (kebetulan cewek) menjawab dengan males-malesan.
Nama-nama makanan yang tercantum dalam menu pun unik, maksudnya buat menarik perhatian juga kali yeee... Sayangnya ngga ada penjelasan tentang menu-menu itu. So kita nanya dong ke pelayan itu. Eeeh, pelayannya malah tambah jutek, karena mungkin dia pikir kita mempermainkan dia. Parahnya lagi, pelayan kasir yang posisinya emang deket meja kita juga ngliatin dengan jutek, hwaaahhh...makin emosi jiwa ja jadinya.

Sabar....sabaaar.....akhirnya aku pesan Oen's Symphony. Katanya sih, ini salah satu es krim khas toko ini.

Sebagai pecinta es krim, menurutku rasanya BIASA aja, kalo ngga mau dibilang murahan, hehehe. bis es krimnya ngga lembut, lebih kayak es puter, or es yang dijual di gerobak dorongan.

So, masi mo bilang toko ini layak direkomendasiin????

Sunday, July 6, 2008

Family Vacation



Yesterday,Dasti,my cousin sent me sms,invite me to join her family vacation to Anyer,West Java.she said they'll grill seafood there.

so today we all woke up earlier n left home around 6. at the first time, i thought we ONLY will buy seafood in the market, then we grill it for lunch. but then, whoila....!!! my aunt take out frying pan and other cooking utensils, including the additional ingredients for the food, like tomatoes, onions, etc!! then i realized, WE WERE REALLY COOKING ON THE BEACH!!! Can you imagine that??? we chopped the chillis and onions, grilled the fish, made "sate ayam", and even sauted the shrimp n cuttlefish. check out the food, nyum....nyum...

it's the first time for me. though i had ever had vacation with my family, but i have never cook in real and bring all the cooking utensils like this, hehehe.... but it's fun =)
you must try it once, someday ;p