Showing posts with label shopping. Show all posts
Showing posts with label shopping. Show all posts

Wednesday, July 13, 2011

My Tips for Online Shopping


Belakangan ini tren belanja melalui internet atau biasa kita kenal dengan istilah online shopping mulai menjamur. Bahkan, jejaring sosial seperti Kaskus, Facebook dan Twitter sudah seperti toko kelontong yang menawarkan berbagai produk dengan keunggulannya masing-masing. Nih, beberapa tips dariku buat kalian yang mau belanja online:

1. Jangan tergoda oleh foto
Yep, namanya juga pedagang, pasti produk-produk yang ditawarkan pun ditampilkan semenarik mungkin. Nah, untuk fashion item seperti pakaian, sepatu atau tas biasanya ditampilkan oleh seorang model. Nah, yang aku maksud disini adalah ga semua yang cocok dikenakan oleh model dalam foto itu akan cocok oleh kita lo.
Misal nih, biasanya, model-model asia berkisar 165cm ke atas. Untuk aq yang berbadan mungil, super mini dress yang dikenakan model bisa jadi casual dress selutut buatku. Lain lagi untuk cewek-cewek yang berlengan besar, atau berbahu lebar, atau lainnya pasti akan menghindari model pakaian tertentu kan.

2. Cermati spesifikasi produk
Balik lagi ke tips di atas, setiap produk punya ukuran tertentu. Nah, pedagang yang baik pasti mencantumkan spesifikasi produk, seperti ukuran dan materialnya. That’s one thing u have to concern. Ga lucu kan, kalo dress yg dikenakan oleh model difoto jadi kependekan atau kepanjangan pas qta pake??

3. Perhatikan testimoni pelanggan
Kebanyakan onlineshop mengharuskan setiap pembelinya membayar uang muka (DP) atau full payment dari setiap transaksi. Biasanya pembeli-pembeli sebelumnya suka nulis di wall, or comment di produk yg dibelinya kok. Jadi lebih teliti dan jeli aja ya biar ga tertipu.

4. Rajin browsing
Coba perhatikan deh banyaknya onlineshop yg ada, seringkali produk yang ditawarkan sama. Benar-benar sama, bahkan model yang di foto pun sama!! Tapiii....harganya beda-beda lo. Rajin-rajin aja browsing berbagai onlineshop yang berbeda, karena kadang-kadang selisih harganya lumayan banget

5. Jangan ragu bertanya
Kalo masi ragu dengan material atau waktu pengiriman, dll, langsung aja nanya ke pemilik accountnya. Penjual yang baik akan dgn senang hati kok menjawab semua pertanyaan dari calon pelanggannya
So, happy shopping, Girls...

Tuesday, June 7, 2011

For All Business People, Read This!!!


Berapa kali dalam hidupmu kamu dicuekin, atau bahkan dilecehkan oleh pemilik atau pelayan toko karena dianggap ga mampu beli produk mereka? Aq yakin pasti kalian pernah mengalaminya. Buatku sendiri, kadang-kadang pengalaman itu sangat tidak mengenakkan.

Kejadian paling deket, ya weekend kemarin, saat aq ke sebuah pusat perbelanjaan di daerah Kuningan, Jakarta. Beberapa pelayan kios melayani dengan acuh tak acuh, kadang cenderung jutek. Malah aq sempet berpikir, apa yang salah denganku ya, kok hari itu aq dijutekin mulu ya?

Ada 2 kios yang sangat melekat di kepalaq karena ketidakramahan mereka. Satu kios terletak di lantai dasar dengan menyediakan pakaian-pakaian kerja. Waktu aq cerita ke cowokQ saat pertama kali dijutekin oleh pelayan toko itu, dia cuma berkomentar, mungkin saat itu aq gi sensitif karena menstruasi. Fine, kemarin aq kesitu keduakalinya, bukan karena pengen ngetes pelayan tokonya, tapi memang produk yang dijual memang cukup ok buatku. Tapi ternyata..., tetep....si pelayan toko itu cuma memandangku dengan acuh tak acuh saat aq memilih-milih pakaian, bahkan saat ditanya pun, dia menjawabnya sambil lalu. Hadjuuuhhh...sepertinya emang tabiat yang udah mendarah daging sepertinya *tepok jidat*

Kios kedua aq lupa di lantai berapa, tapi aq mudah mengenali dan mengingatnya karena produk pakaian yang ditawarkannya lebih spesifik walaupun dengan harga yang sedikit lebih mahal dibanding kios lainnya. Kalau yang ini lebih parah menurutku. Mereka tidak mencantumkan harga di pakaian-pakaian yang mereka jual, wajar donk kalau aq nanya harganya. Si pelayan toko si menjawab, tapi nadanya itu loh...kesannya aq ga sanggup bayar aja!! Uuughhh, langsung ilfil telak, langsung balik badan aja, huuh...

Lain lagi kalau ditawarkan berbentuk jasa. Pernah suatu kali aq menggunakan jasa suatu maskapai penerbangan di Indonesia. Aq ga telat check in, tapi karena kelalaianQ, aq hampir ketinggalan pesawat karena telat boarding. Petugas boarding meneleponQ dengan marah-marah, dan menyuruhku bergegas. Gosh...ok, that was my fault, but can you just talk in proper way??

Akhirnya aq lari-lari mengejar pesawat (what”s!!!! Kalimat yang aneh :p) Bahkan saat aq mencapai boarding lounge-pun, si petugas boarding itu masi marah-marah, padahal petugas lainnya masih bisa ngasi senyum sama aq, pfff...

Satu hal yang aq pelajari dari semua itu, dalam bisnis, produk memang menempati posisi pertama, tapi posisi berikutnya adalah service. One more time, SERVICE. Jangan sampai pelayanan yang buruk membuat konsumen ilfil, kemudian mengurungkan niat untuk membeli produk yang ditawarkan, bahkan lebih parahnya lagi, sampai dicap jelek!!! Yep, biar bagaimanapun juga Konsumen adalah Raja (dan Ratu, hehe).

Sunday, December 19, 2010

Heboh Midnight Sale


Midnight Sale sepertinya sudah menjadi tren urban terbaru di kota-kota besar. Kayaknya ga update deh kalo belum pernah belanja saat midnight sale. Dulu, Midnight Sale hanya diselenggarakan menjelang Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Sekarang, sudah ga ada lagi patokan itu. Mau judulnya apa kek, Midnight Sale selau ada nyaris setiap minggu.

Entah kenapa, aq ga pernah tertarik dengan yang namanya Midnight Sale, padahal aq termasuk cewek yang doyan belanja juga. Alasannya, aq malas terjebak dalam kehebohan saat berbelanja. Jangankan saat sale, hari biasa pun aq bisa langsung ilfil kalo masuk ke mall yang terlalu penuh sesak, padahal udah niat belanja sebelumnya.

Kemarin aq bareng geng cewek pergi ke pusat perbelanjaan di daerah Semanggi. Memang niat awalnya udah pengen belanja saat midnight sale. Kami sampe disana sekitar jam 8 malam. Saat itu mall udah rame, dan dari pengeras suara, udah ada pengumuman bakal diadakannya midnight sale mulai jam 9 malam.

Perburuan pun dimulai. Kami sempat berpencar, karena sebagian memang ingin belanja pakaian, sementara sebgaian lainnya ke toko buku - saat itu juga ada diskon disana. Aq sendiri, karena emang udah ga berniat belanja memutuskan untuk gabung ma temen-temen yang belanja pakaian. Ternyata, makin malam suasana makin ramai. Setiap sudut dipenuhi sama orang-orang (sebagian besar cewek) yang sibuk memilih-milih pakaian. Antrian di kamar pas dan kasir pun panjang banget!! Tiap orang seolah-olah tidak mau melewatkan kesempatan itu.

Kehebohan itu terus berlanjut. Mungkin karena asiknya berbelanja, seringkali ibu-ibu lupa sama anaknya. Beberapa anak mulai merengek-rengek minta pulang, beberapa lagi sudah tertidur di gendongan bapaknya, bahkan ada yang terpisah dari orang tuanya!! Wew...!!

Yah, what can I say?? Midnight Sale menjadi salah satu warna gaya hidup di kota besar. Yang penting jangan sampe lupa ma anaknya, hehehe ;p

Monday, November 8, 2010

That's What I Called "Solidarity"

Beberapa minggu belakangan ini qta disuguhi oleh berbagai pemberitaan tentang bencana-bencana yang terjadi secara berurutan di Indonesia. Dari banjir besar di Wasior, Gempa Merapi, hingga tsunami di Kepulauan Mentawai.

Awalnya, salah seorang teman kantorku merasa kasihan melihat penderitaan korban-korban Merapi dan Mentawai di TV. Akhirnya, aq dan beberapa teman tergerak untuk mengumpulkan donasi dan membelanjakannya dengan berbagai kebutuhan yang diperlukan para korban di masing-masing lokasi bencana. Sebenernya sih, udah ada kotak donasi yang disediakan oleh pihak perusahaanQ. Tapi kita berpikir, bantuan dalam bentuk barang akan lebih tepat diberikan, ditengah suasana yang tidak menentu di sana.

Berbagai informasi mengenai kebutuhan para korban bencana dikumpulkan dari teman atau kerabat yang kebetulan berada di lokasi-lokasi bencana tersebut. Selanjutnya mengumpulkan donasi. Dengan menghubungi beberapa teman, keluarga dan komunitas tertentu, akhirnya terkumpullah uang sebesar 2,8juta rupiah (maaf, lupa jumlah pastinya). Sebuah angka yang bisa dibilang kecil, bila dibandingkan dengan donasi-donasi dari perusahaan atau komunitas lain, namun cukup besar mengingat spontanitas pengumpulan dana dan berartinya donasi tersebut bagi saudara-saudara kita di sana.

Tahap selanjutnya, membelanjakan uang donasi tersebut. Dengan list kebutuhan di tangan, pergilah kami berbelanja di sebuah hypermart di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hasilnya, berbagai kebutuhan bagi korban bencana terkumpul, antara lain: susu kemasan, biskuit, air mineral, tissue basah dan pembalut.

Tujuan berikutnya, Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Barang yang akan dibeli adalah: selimut, pakaian dalam, dan tikar. Dalam perjalanan menuju kesana, kami mampir ke beberapa apotek untuk membeli masker. Dari informasi yang kita peroleh, banyaknya korban bencana dan para sukarelawan di Yogya, membuat jumlah persediaan masker menjadi langka. Mereka harus membeli masker dari Solo atau Semarang, karena kota-kota di sekitarnya juga membutuhkan masker akibat abu Merapi yang mencapai kota mereka. Alhamdulillah, dari apotek itu kita mendapat potongan harga, sebagai bentuk kepedulian mereka atas bencana yang terjadi.

Sesampainya kami di Pasar Jatinegara, kami langsung berbagi tugas. Sebagian membeli tikar, dan sebagian lagi membeli pakaian dalam dan selimut. Kebetulan aq mendapat tugas membeli pakaian dalam dan selimut. Alhamdulillah, lagi-lagi kami mendapat potongan harga khusus dengan alasan kemanusiaan.

Selesai berbelanja, semua barang bantuan kami serahkan ke sebuah posko bantuan di Menteng, yang kemudian akan mengirimkannya ke lokasi-lokasi bencana.
Ternyata, tak hanya itu. Selama perjalanan kami berbelanja dan menuju posko bantuan, beberapa teman dan kerabat menghubungi kami, dan ikut memberikan donasi, padahal waktu itu kami sudah selesai berbelanja. Alhasil, setelah makan malam, kami berbelanja bantuan kloter kedua.

Karena sudah malam, kami memfokuskan diri untuk berbelanja kebutuhan di supermarket saja. Waktu yang terbatas, membuat kami harus bergerak cepat. Terkumpullah berbagai barang bantuan yang kemudian kita salurkan ke posko di Pondok Indah.

Melelahkan sekaligus menyenangkan. Cuma itu yang bisa digambarkan pada hari itu. Ide yang awalnya hanya spontanitas kami, didukung oleh berbagai pihak dan terwujud dengan baik dan lancar. Tulisan ini ngga bermaksud riya’ sama sekali. Pembelajaran yang kami dapat waktu itu, bangsa kita masih peduli satu sama lain. Terlepas dari berbagai pemberitaan soal baik buruknya bangsa ini, rasa solidaritas yang dimiliki masih sangat tinggi. Bantuan sekecil apapun bisa sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Terima kasih buat semua pihak yang sudah membantu baik dalam bentuk uang, waktu maupun tenaga. Semoga Allah SWT membalas amal kalian semua. Amin.

Sunday, October 4, 2009

Blanja Blinji

Buat kamu yang doyan belanja n hunting barang-barang murah meriah, ada satu tempat yang aku rekomendasiin buat kalian. Ga ada nama khusus buat tempat itu, tapi aku biasa bilang “Pasar Malam Blok M”.



Yep, lokasinya di Blok M, tepatnya di depan Pasaraya Grande, di deket Terminal Blok M. Namanya juga pasar malam, bukanya ya malem-malem. N bener-bener malem, hehehe…. Pasar malem ini bukanya jam 10an, tapi sekitar jam 9an, mereka udah nongkrong disitu ko, walopun belum menggelar dagangannya.

Barang-barang yang dijual si emang ngga banyak, tapi lumayanlah, buat cuci mata, n siapa tau bisa nemu barang bagus. Let say, kalung logam yang gi sering dipake cewek-cewek belakangan ini, harganya cuma 10ribu rupiah!!! Padahal kalo kamu masuk Melawai harganya minimal 25ribu tuh. Barang lainnya ada T-shirt 15ribuan, kemeja, tas, sepatu, belt, dll. Coba liat, kmaren aku dapet kemeja yg lucu ko, hehehe...

Tips kalo mo hunting ke tempat ini, perhatiin banget kualitas barang yang mau dibeli. Misal, kondisi kancing n jahitan bajunya, resleting tasnya, dll. Jangan ngarepin barang-barang disini punya kualitas setara mall ya. U know what I mean.

So, met blanja blinji…

Sunday, July 19, 2009

Manohara, oh Manohara...


Ternyata, demam Manohara n Jacko ini mewabah di hampir setiap pedagang di Jakarta. Nggak percaya? Coba aja cek di Blok M, Tanah Abang, sampe Depok. Hehehehe…kebetulan aku bis lewat di dua tempat pertama itu. Hebatnya lagi, koleksi Manohara di Tanah Abang lebih komplet dibanding tempat lainnya. Dari jilbab Manohara, sampai celana legging bergambar Manohara!!! Aku si ngga bisa ngebayangin ya, ada gambar wajah Manohara di (maaf) pantatku, hwahahahaha… =D

Parahnya lagi, pas aq ke Tanah Abang ma temenku (kebetulan dia berjilbab), beberapa kali pedagang di sana manggil-manggil kita kayak gini,
“Manohara…, mbak Manohara, mo cari jilbab, mukena, dll???”
atau
“Wah, mbak Manohara maen ke Tanah Abang ni…”

Hwahahahaha….ada dua hal yang ada di kepala kita; pertama, mungkin kita emang cakep, kayak Manohara, atau….kita cukup montok (denial to say we’re fat, haha..) seperti Manohara. Berhubung kita orang yang sama-sama narsis, kita lebih memilih option yang pertama, ok ga tuh??

So, who’ll be the next star on t-shirt???? =D

Thursday, May 21, 2009

Sandal-sandal Guenduut...

Masi cerita soal Yogyakarta. Gi liat-liat barang di toko Mirota di Malioboro, eh tiba-tiba liat sandal-sandal yang unik, lucu, dan guenduuuuuuttt banget!!!!
Coba liat ini....



Karena penasaran, aku cobain aja, ternyata berat euy... Ngga kebayang kalo musti jalan pake sandal-sandal itu; bukannya jalan, yang ada aku bakal ribet sendiri sama sandal-sandal itu, xixixixi... ;p

Wednesday, May 20, 2009

Gempor...

Menjelajah Yogyakarta emang lebih afdol kalo dilakuin dengan jalan kaki. Dari yang namanya wisata kuliner, wisata budaya, sampe wisata belanja, lebih asik kalo dengan jalan kaki. Palagi yang namanya cewek, kalo udah belanja pasti lupa waktu, lupa makan, dll. Rasa capeknya baru terasa kalo udah selesai belanja, n baru inget kalo kita udah muter-muter tempat belanja lama n jauh banget. Gempor abis deh...


Ini sepupuku sayang yang gempor abis jalan-jalan di Malioboro, hehehehe...

Friday, August 29, 2008

Serbuuuu.....!!!

Hwaaaaahhhh...........kantorku ini memang pinter bikin karyawannya jadi konsumtif!!!
Kantorku ini rajin banget ngadain bazaar or pameran apapun, mulai dari fashion, electronic, buku, sampe action figure. Mulai dari tema Ramadhan, Hari Kemerdekaan, or apapun, pasti sering banget ada pameran or bazaar itu. Plusnya, kalo gi suntuk ma kerjaan, tinggal ngacir ke loby Bank Mega, liat-liat barang yang didisplay. Udah gitu, hampir semua booth nawarin discount n kemudahan pembayaran dengan credit card. So, kalo ga kuat iman, bakal terperosok ke lembah pemborosan (apa siy...bahasaQ ga banget deh...*lebay mode on*)

Contohnya kmaren, beberapa waktu sebelum puasa, ada pameran buku dan barang electronic. Rame juga, entah tu cuma liat-liat or beli barangnya juga. Lum selesai pameran, ada lagi bazaar nyambut Ramadhan. Barang-barang yang ditawarin cukup menggiurkan, palagi makanannya bow...nyum...nyum... *dilema nich...bingung mo makan yang mana ya?*

N ni yg paling seru...bebarengan ma bazaar itu, anak-anak wardrobe sale T-shirts, shirts and jackets. Murah cuy...20ribuan, n jaketnya 40ribuan. Mang siy, baju-baju yang diobral tu baju-baju yang pernah dipake untuk program-progam sebelumnya, but untuk harga sgitu, why not??? Bayangin aja, baru jalan 10 menit pertama, n u know what? kayaknya smua kryawan di kantor udah ikutan ngubek-ngubek t-shirt yg mo mreka beli. Hwaaaa....ga mo kalah donk...SERBUUUUU........!!!!